Mengubah limbah ikan menjadi keuntungan
Penduduk desa Eretan Kulon di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sangat bergantung pada mata pencaharian mereka sebagai nelayan. Kemiskinan multidimensi tidak hanya memengaruhi kualitas hidup mereka, tetapi juga memberikan tekanan pada lingkungan laut.
Nelayan sering kali menangkap ikan bernilai rendah secara tidak sengaja, dan karena tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menanganinya, mereka membuangnya hingga mati. Ikan yang membusuk melepaskan bakteri ke dalam air dan pasir, yang berkontribusi pada polusi garis pantai dan pertumbuhan alga berbahaya yang mengurangi kadar oksigen dan merusak ekosistem laut. Ketidakpastian dan risiko yang terkait dengan penangkapan ikan juga memaksa para istri nelayan untuk mencari pekerjaan di luar negeri, membuat mereka rentan terhadap eksploitasi dan pelecehan fisik atau seksual.
Proyek ini mendukung 50 istri nelayan yang tergabung dalam Koperasi Mina Bahari, sebuah kelompok masyarakat yang mengelola ikan hasil tangkapan nelayan di Indramayu.
Bekerja sama dengan Koperasi Mina Bahari, proyek ini membantu para perempuan ini untuk memproduksi, memasarkan, dan menjual produk makanan bergizi yang inovatif yang terbuat dari ikan yang biasanya dibuang. Mereka mendapatkan keterampilan dalam manajemen bisnis, pengembangan produk, pemasaran digital, dan manajemen keuangan, sehingga memungkinkan mereka untuk menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan mereka pada suami.
Kunjungi situs web mereka untuk informasi lebih lanjut.
Kredit galeri gambar: Berikan Protein Initiative
By loading the video, you agree to YouTube's privacy policy.
Learn more



