Menggunakan teknologi untuk meningkatkan pendapatan pembudidaya rumput laut
Perekonomian Pulau Osi, yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Indonesia, berpusat pada perikanan dan konservasi rumput laut. Lebih dari 75% penduduk pulau ini terlibat dalam budidaya rumput laut, terutama di bagian selatan pulau menuju Teluk Kota Nia dan di sekitar Pulau Buntal. Namun, praktik budidaya rumput laut saat ini telah merusak lingkungan laut. Cuaca ekstrem, yang semakin sulit diprediksi dengan pengetahuan tradisional, sering berdampak pada proses pengeringan hasil laut dan budidaya rumput laut dan pada gilirannya, mengancam stabilitas pendapatan.
Kopernik bekerja secara langsung dengan petani rumput laut untuk mengatasi masalah ini, bersama dengan anggota masyarakat lainnya, seperti perempuan dan pemuda, yang secara aktif berpartisipasi dalam menanam, memanen, dan memelihara tanaman.
Dengan menggunakan sistem pengeringan bertenaga surya yang inovatif, proyek ini mendukung petani rumput laut dan keluarga mereka dengan memajukan metode pengeringan rumput laut tradisional dengan cara yang tahan terhadap cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim, menciptakan produk rumput laut yang lebih berkualitas dan mengurangi kerugian.
Proyek ini juga menangani konservasi laut dengan mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan, dan mendorong peningkatan mata pencaharian melalui diversifikasi produk dan peningkatan potensi pendapatan bagi petani rumput laut.
Kunjungi situs web mereka untuk informasi lebih lanjut.
Kredit foto: Yayasan Kopernik
By loading the video, you agree to YouTube's privacy policy.
Learn more




