Meningkatkan pengelolaan sampah untuk mengurangi plastik di KKL
Di Kepulauan Banda dan Pulau-Pulau Lease di Maluku Tengah, Indonesia, kebocoran sampah plastik ke lingkungan laut dan pesisir sangat tinggi. Polusi plastik tidak hanya menjadi masalah lingkungan tetapi juga masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Perubahan pola konsumsi telah meningkatkan sampah plastik hingga 538 kg per hari di Banda dan 958 kg per hari di Lease. Tempat pembuangan sampah menjadi tempat berkembang biaknya penyakit dan pembakaran sampah melepaskan polutan udara berbahaya yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. Hanya sekitar 29% dari sampah ini yang dikumpulkan, dan bahkan itu pun sering kali tidak dikelola dengan baik. Sekitar 35% bocor ke lingkungan, menimbulkan ancaman serius bagi keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan manusia.
Proyek ini bekerja sama dengan pengelolaan sampah desa di pulau-pulau tersebut untuk memperluas dan meningkatkan layanan pengumpulan sampah. Proyek ini juga mendukung anggota masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah mereka dan membayar layanan, sambil membantu pemerintah desa menegakkan peraturan pengelolaan sampah lokal.
Proyek ini mengimplementasikan kegiatan di lima bidang utama:
- mempromosikan perubahan perilaku rumah tangga dan pembiayaan berkelanjutan;
- mengembangkan infrastruktur dan peralatan pengelolaan sampah desa yang sejalan dengan rencana pengelolaan sampah setempat;
- memperkuat kapasitas Organisasi Pengelola Sampah Desa (WMA) untuk melaksanakan rencana ini;
- memfasilitasi diskusi di tingkat desa tentang kebijakan persampahan; dan
- mendukung manajemen proyek dan pengembangan kapasitas untuk organisasi mitra lokal.
Kredit foto: BINTARI