Hutan bakau yang dikelola masyarakat untuk mendukung mata pencaharian pesisir
Hutan bakau yang sehat di daerah pesisir meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim dan meminimalkan dampak bencana alam, seperti tsunami, badai, dan ombak. Mangrove juga berfungsi sebagai tempat pembibitan dan habitat bagi spesies yang bernilai ekonomis seperti ikan, kepiting, dan udang.
Di Kabupaten Indragiri Hilir, ekosistem mangrove dan perikanan yang bergantung pada mangrove semakin terancam. Kurangnya keterlibatan masyarakat telah mengakibatkan rendahnya kesadaran masyarakat akan nilai dan kerentanan mangrove di kabupaten tersebut, sehingga masyarakat setempat merasa tidak peduli akan pentingnya mangrove.
Proyek ini bekerja sama dengan 12 desa di Kabupaten Indragiri Hilir yang mencakup sekitar 49.000 hektar ekosistem bakau. Proyek ini mendukung mata pencaharian 28.208 orang, termasuk 14.756 pria dan 13.452 wanita, terutama dari kelompok masyarakat nelayan dan petani di desa-desa tersebut. Perempuan dan kaum muda secara aktif didorong untuk menjadi pemimpin lokal dalam pengelolaan hutan bakau dan perikanan, pemimpin bisnis ekonomi alternatif, dan menjadi duta kesehatan yang terampil.
Proyek ini mengembangkan model pengelolaan yang dimiliki oleh masyarakat yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. Kegiatan berfokus pada pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan, meningkatkan pengelolaan perikanan mangrove skala kecil, memperkuat tata kelola masyarakat, mendiversifikasi mata pencaharian masyarakat, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan memberdayakan perempuan dan pemuda.
Ketahui lebih lanjut tentang proyek ini di sini
Kredit gambar: Yayasan Mitra Insani (YMI), Hendri Susilo



